Seperti rokok tanpa api, aku takkan bisa hidup tanpa mu..
Meski panas nya membakar ujung gulungan tembakau, tapi aku membutuhkan mu..
Dan setelah panas yang menyala menyulut ku, aku merasakan kehangatan mu..
Pelan dan sangat perlahan, bara cinta yang kau sulut menghangati dan menghabiskan usia cinta ku..
Aku sepenuh hati mencintai mu, hingga kau buang dan kau injak sisa rokok yang tak bisa lagi kau hisap..
Cinta kita menjadi asap yang terbang menghilang bersama hembusan angin..
Kasih kita abadi melekat di paru-paru ku dan tak mungkin lagi kembali utuh..
Semua terjadi saat bibir mu menyentuh, menggapit dan memanjakan ku perlahan dan begitu lepas..
Sayaang... Kau telah menorehkan kisah indah yang tak abadi dan semu..
Habiskan aku dalam tiap isapan-isapan cinta mu..
Karna aku adalah candu dalam perjalanan hidup mu..
Dan aku adalah kebutuhan mu yang tak mungkin kau tepiskan dalam tiap langkah mu..
Sayaang... begitulah cinta merasuki lorong-lorong hati manusia..
Menyusup dan meracuni logika dan terkadang membutakan akal sehat karna rasa..
Memunafik kan diri dengan kata mesra bahwa CINTA KITA ABADI SELAMA NYA..
Pahamilah sayang... Tak ada yang abadi, begitu juga dengan cinta yang kita bina..
Sayaang.. Satu hal yang ku yakini, bahwa semua akan berakhir tanpa dapat kita sangkal..
Bahwa suatu waktu nanti aku akan meninggalkan mu atau mungkin kau yang akan meninggalkan ku lebih awal..
Tapi Tak penting siapa yang lebih dulu meninggalkan dan di tinggalkan kelak di ujung jalan sepenggal..
Bagi ku apa-apa yang kau curahkan sepenuh hati semasa kita bersama, adalah torehan makna yang mungkin kekal..
Jangan pernah kau ucapkan tanya, bagaimana kelak aku hidup tanpa mu jika kau mati..
Karna aku tak pernah mengajarkan mu tentang keputus asaan hati..
Dengan atau pun tanpa ku, ku yakini kau mampu tegar berdiri melangkah dan menjalani..
Cinta ku ikhlas sperti sebatang rokok, setelah habis, buanglah, injak mati bara yang tersisa lalu melangkahlah pergi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar